Selalu Terlambat

Kini mimpiku untuk memperjuangkanmu hanya sebuah isapan.
Ketika kau berdua, aku menunggumu dengan tenang dan sabar.
Sampai akhirnya dirimu sendiri.

Mungkin ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untukku.
Untuk mengejar dirimu, lagi.

Aku memang selalu memendam rasa kepadamu.
Walaupun terkadang aku menjauh darimu.
Aku hanya ingin memastikan rasa kasih ini.
Untuk meyakini  rasa ini datang dari Ilahi,
bukan dari birahi.
Dan ketika aku menyadari.

Kenapa aku selalu terlambat.

Aku sadar.
Kini hatimu telah menjadi milik laki-laki lain.
Seorang laki-laki yang ada di dekatmu.
Seorang laki-laki yang telah lama mengenalmu.

Mungkin karena kesalahanku yang terlalu menjaga jarak.
Mungkin karena kesalahanku yang tak selalu mendekat.
Mungkin juga karena kesalahanku yang tak segera beranjak menembak.

Selamat.
Kini kau berbahagia dengan kenalanku,
lagi.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.